FAQ : “Berapa Lama Belajar Fotografi Wedding”

Setiap bertemu dengan calon klien mereka selalu mengajukan pertanyaan

” Berapa lama belajar fotografi” atau “Berapa lama terjun ke dunia wedding fotografi”

Dalam sharing kali ini saya akan mencoba berbagi baik kepada calon klien, klien maupun pada semua yang membaca tulisan saya ini tentang kisah perjalanan fotografi saya.

Saya Belajar fotografi (bener2 mempelajari ilmu dan teknik fotografi) sejak dibangku kuliah tepatnya di pertengahan 2006.
Waktu itu kamera pertama saya Sony H-5 (bukan DSLR).
Saya belajar fotografi secara otodidak, tidak ada pendidikan formal kecuali 1 sks mata kuliah pilihan di semester akhir (itupun mata kuliah pilihan untuk anak arsitek, berhubung di semester akhir jatah sksku banyak so aku manfaatin untuk gabung di mata kuliah anak arsitek).

Dengan ikut mata kuliah fotografi di arsitek pikir saya bisa mengasah skill foto-foto arsitek ternyata apa yg saya inginkan tidak sejalan dengan mata kuliah fotografi yg diajarkan, Materi hanya di seputar fotografi dasar dan cenderung ke jurnalis dan belum masuk ke arah Fotografi arsitektur.
Oh iya lupa saya mengambil kuliah di jurusan Teknik Industri ITATS dan alhamdulillah molor 1 tahun dari yg aku jadwalkan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik di tahun 2009 :D.

Fotografi dasar aku dapakan dari sharing dan nongkrong bareng temen-temen sentradigital waktu itu kang Feri dan Roni lah yang menjadi teman sharing sekaligus guru fotografi dasarku.

Dulu sempet gabung di komunitas foto “HUNTER PHOTOGRAPHY” yang dimotori oleh Feri, Kang Ary “Orano”, Kang Alif, Goblek, dll. Dimana dalam suatu acara street hunting “arsitektural kuno” Dimentori oleh seorang fotografer senior surabaya yaitu bli Putu “Poetoegraphy”.
Dari Bli putu saya banyak belajar mulai fotografi arsitektur, Lighting, hingga fotografi komersial (belajarnya pas diajak ngejob :D).

Tidak hanya disitu saja pada 2008 (waktu itu kamera saya Olympus E-500)ย  sayaย  mengajukan “Lamaran” untuk ngikut bantu motret meskipun tidak dibayar kepada fotografer wedding yang sudah lama terjun ke dunia wedding photography diantaranya Sueswit Photography dgn ownernya mas Sueswit april (aku pikir nama sueswit itu hanya nama beken eh ternyata di KTP nama sueswit tercantum di depan nama april ๐Ÿ˜€ )ย  dan Mata Kiri Photography dengan owner Bopo Guru Poerbaya :D.
Dari kedua guru inilah kemampuan dalam menangkap dan mengabadikan moment wedding ter-asa.
Berkat bimbingan dan nasehat dari bopo guru poerbaya kemampuan dalam desain perlahan mulai menunjukan kemajuan (gimana gak maju lha wong desain kelihatan jelek pasti di bilang “Ndesbon” atau intinya Ndeso lah ๐Ÿ˜€ ).

Berbasic teknik (lulusan SMK Pembangunan dan Teknik Industri) serta gemar otak-atik sesuatu yang “Baru” membuat kemampuan dalam menganalisa setiap Gear (kamera) dan fitur2 yang ada didalamnya serta kondisi pemotretan yang tidak tentu (Foto Outdoor) membuat saya cepat dalam mengambil keputusan setingan apa yang cocok untuk menghasilkan karya yg terbaik.

Dengan Bermodalkan Pengalaman dan bakat “Teknik” tersebut saya mengundurkan diri dari perusahaan yang telah “mendukung” saya hampir 8 tahun ( Feb 2002 s/d Okt 2010) dengan hanya ucapan trimakasih ๐Ÿ˜› serta kebaikan plant manager (Ibu ferial Baswedan) yg memberikan amplop putih yang lumayan untuk mentraktir makan temen2 kerja yang mau datangย  ๐Ÿ˜€

Di Oktober 2010 Saya total menjadi full time Photographer dengan gear yang saat itu saya gunakan Olympus E-500 + Lensa kit + Olympus FL-36 serta Canon Eos 20D + canon 50mm f/1.8 + Yung Nuo 460II
Alhamdulillah di tahun 2012 ada beberapa tambahan gear yang sangat mendukung saya dalam menghasilkan karya yang bisa untuk cetak diatas 20R yaitu Canon Eos 7D + Tamron 17-50 f/ 2.8 + canon 85mm f/ 1.8 dan Nikon Ais 50mm f/1.4

Singkat cerita
saya mulai belajar fotografi dasar sejak 2006 dengan kamera pertama saya Sony H-5 (bukan DSLR)
Saya Belajar Wedding Fotografi di tahun 2008 dengan kamera DSLR pertama saya Olympus E-500
Total menjadi Full Time Photographer di oktober 2010 dengan menggunakan nama LUKIHERMANTO FotoGrafix dengan tambahan kamera DSLR canon Eos 20D
Alhamdulillah di tahun 2012 Canon Eos 7D ikut bergabung ๐Ÿ˜€
Alhamdulillah di tahun 2014 Fujifilm X-A1 ikut merapat ^_^
Target kedepan kamera pulprem ikut nangkring di pundak, amin……….

Diakhir tulisan ini tidak lupa saya ucapkan terimakasih buat para Senior-senior Foto, Guru yang telah membimbing dan sharing ilmunya serta teman-teman semua. Tanpa kalian saya bukan lah saya yang sekarang.
Serta para Klien yang mau bekerja sama sehingga saya bisa seperti sekarang ini
Tidak lupa buat Paman Google ^_^

 

Best Regards

Luki Hermanto

Incoming search terms:
mata kuliah fotografi wedding

Leave a Reply