Cerita Dibalik Lensa manual Pertamaku (Jupiter-9 85mm f/2)

Jupiter-9 85mm f/2

Image : www.pentaxforums.com

Aku mengenal lensa manual sebenarnya sudah lama ketika awal-awal menggunakan kamera Olympus (sekitar 2008an) waktu itu teman sesama pemakai olympus mencoba meracuni dengan lensa manual buatan rusia tp aku lupa mereknya yang aku ingat di depan lensanya ada tulisan USSR, lensanya sangat mungil tp hasilnya fiuh….. bikin air liur menetas (hiperbola deh ^_^), setelah tanya tanya ngalor ngidul ternyata waktu itu harga untuk adapternya lumayan mahal (maklum bukan kaum yg tinggal gesek ^_^), selang beberapa lama ada seseorang teman yang mau menjual kamera olympusnya untuk berganti ke strip kuning dan dia juga waktu itu bermain dengan manual lensa berjanji untuk tidak menjual adapter 4/3 to nikon, dan ternyata penguasa lensa manual berkata lain, adapter ikut kejual bersama kameranya.
Dari situ aku mulai untuk mengubur keinginan untuk menggunakan lensa manual.

Selang waku bergulir aku mulai terhanyut oleh kamera impianku EOS 20D, Olympus E-500 pun sering nongkrong di dry box,
Hingga suatu saat kayaknya penguasa lensa manual mulai ingat dengan keinginan terpendamku akhirnya salah satu temen Hunter Photography menyadarkan keinginan terpendamku dengan meminjamkan lensa nikon manual  50mm dan 105mm ternyata aku belum menemukan kenikmatan dalam menggunakan lensa manual hingga suatu waktu mas ary meminjamkan lensa yang sangat dibanggakannya yaitu voigtlander 50mm f/1.8
Dari sini aku mulai menemukan semangat baru baik untuk memotret maupun untuk bermain dengan lensa manual, saat menggunakan lensa voigtlander itu aku menemukan mood dari lensa itu yang tidak aku temukan ketika sedang mencoba lensa nikon.

Dari situ aku keterusan untuk mencoba lensa-lensa manual lainnya (waktu itu cuman pengen tau saja, coz dananya msh belum cair ^_^) dan waktu itu sering juga mantengin www.lensamanual.net untuk mereview lensa2 manual.
Setelah berada dalam kebimbangan lensa apa yang akan masuk dalam daftar investasiku, akhirnya ada secerca ilham untuk mencari lensa dengan mount M42 dan range 28mm atau 85mm.
Dengan alasan aku mencari lensa manual yang akan bisa aku gunakan untuk kamera E-500 dan Eos 20D, yang paling memungkinkan untuk itu adalah lensa dengan mount M42,
kenapa range 28 or 85 alasannya simpel karena aku sudah punya lensa AF 50mm f/1.8 nya canon (hihihihihhi lensa murah tp gak murahan ^_^ )

Pertama kali aku nawar lensa yaitu lensa sigma 28mm tapi sayang udah kedahuluan orang ^_^
ya udah searcing again dan akhirnya nemu lensa jupiter-9 85mm f/2 meskipun lensanya seperti habis perang ^_^, niatnya se untuk melihat dulu..

Setelah atur janji ama yang ngejual tu lensa untuk ketemuan dirumah penjual yang kebetulan berada tidak jauh dari rumahku.
Sesampai di lokasi aku disuguhi oleh beberapa lensa M42 yaitu lensa jupiter-9 85mm f/2, pentacon 135m f/2.8 dan mayer 100mm f/2.8
mualilah mengeluarkan kamera E-500 untuk tes si jupe, si penty dan si mey
dan hasilnya aku blm puas akhirnya aku keluarkan juga Eos 20Dku ^_^
dari ketiga lensa itu karakter warna aku suka si jupe yang warm sedangkan si penty ama mey cenderung cool
akhirnya si penty harus tersingkir dari persaingan karena rangenya terlalu panjang dan karakter warnanya aku kurang cucok
Tinggal si jupe dan si mey yang membuat susah untuk memilih
setelah melihat jumlah blade diafragmanya akhirnya aku mantaf untuk meminang si jupe kedalam pelukan kameraku ^_^
dan akhirnya barterpun kami lakukan, kertas merah sejumlah 10 di barter dengan si jupe ^_^.

Demikian ceritaku, bagaimana dengan ceritamu ^_^

Incoming search terms:
luki hermanto photography, lensa manual 85mm, 85mm surabaya lensa manual, lensa manual 85mm terbaik, lensa manual olympus terbaik, lensa manual untuk prewedding, prewed dengan lensa 85mm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>